Titik terkuat suatu masyarakat terletak pada simpul terlemahnya. Bila simpul terlemah suatu bangsa adalah kemiskinan, maka mengubah mereka tak lagi miskin akan jadi kekuatan bangsa. Jangan urusi orang-orang kaya karena mereka pasti telah mampu urus diri sendiri. Mengatasi 1.000 keluarga miskin, berarti telah menumbuhkan 1.000 kekuatan baru. Itulah kekuatan sesungguhnya dari suatu bangsa.
Paragraf di atas adalah penjelasan Erie Sudewo saat diwawancara oleh tim dari Ernst & Young (E & Y) di kantor PT Permodalan BMT, Jakarta. Melalui beberapa tahap penilaian, nama penggagas Dompet Dhuafa Republika tersebut terpilih sebagai “Social Entrepreneur Of The Year 2009. E& Y menggelar Entreprenur Of The Year pertama kali di Inggirs tahun 1986 dan di Indonesia mulai tahun 2001. Penyabet business entrepreneur, di antaranya Dahlan Iskan di 2001 (pendiri Jawa Pos Group), Sudhamek AWS 2004 (Garuda Food), dan Ciputra 2007. Pemenang-pemenang inilah yang wakili Indonesia untuk dipertandingkan lagi di tingkat dunia di Monte Carlo. Untuk social entrepreneur tahun 2007 jatuh pada Bambang Ismawan pendiri Bina Swadaya Masyarakat.
Penganugerahan pemenang dari E & Y digelar Rabu (18/11) di Grand Ballroom Shangri-La, Jakarta, dihadiri 300-an orang. Seluruh finalis hadir, terdiri atas 10 dari business entrepreneur dan tiga (3) social entrepreneur. Dalam sambutannya, Presiden dan CEO E&Y, Giuseppe Nicolosi, mengatakan ke1-13 finalis itu terseleksi dari 60-an nominator.
Pengumuman dibacakan Ketua Juri, yakni Peter Benyamin Stok, Komisaris Utama BNI. Pertama-tama yang diumumkan adalah business entrepreneur. Tampillah Hendy Setiono, pemilik makanan kebab Baba Rafi, meraih special entrepreneur. Usianya masih teramat muda, baru 26 tahun. Lantas berturut-turut naik ke panggung Patrick Walujo, pendiri Northstar, menyabet young entrepreneur. Muncul juga Pia Alisjahbana, pendiri Gaya Favorite Press, meraih lifetime achievement entrepreneur. Penghargaan untuk service entrepreneur digaet Mercycom Yuliasianne Sulistiyawati, pendiri Pazia Pillar. Serta akhirnya The Best Entrepreneur of the Year 2009 E&Y diraih Kris Wiluan, pendiri Citra Tubindo. Bisnis Kris Wiluan yang dimulai tahun 1977, kini merambah di berbagai sektor dan juga sudah menjarah ke manca negara. Untuk social entrepreneur hanya satu penghargaan, tak lain Erie Sudewo.
Dompet Dhuafa Republika yang dirintis bersama teman-teman Erie di Republika pada 1993 telah berkembang besar. Kekuatan membesarkan ikhtiar sosial pada diri Erie Sudewo inilah yang tampaknya dilirik E & Y dalam katagori sosial entrepreneur.
Pada situsnya, Erie menuliskan beberapa penjelasan pada tim penilai dari E & Y. Saat pewawancara bertanya berapa kira-kira beneficiaries atau pemetik manfaat, dikatakannya bila satu BMT punya nasabah UMK rata-rata 20.000, maka di holding Permodalan BMT saja telah terhimpun tiga juta pemetik manfaat. Itu baru satu aktivitas. Ada penerima beasiswa, baik yang lepas maupun yang terdidik di Smart Ekselensia. Ada beaguru. Ada LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) yang telah beroperasi sejak tahun 2000. Ada pula ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang telah berkiprah bukan hanya di Indonesia, melainkan juga ke mancanegara.
Lahirnya lembaga zakat sejenis di Indonesia, menurut Erie, langsung atau tak langsung terinspirasi DD. Termasuk barangkali hadirnya dompet-dompet di berbagai media, baik cetak maupun eletronik. Maka bagaimana mengkalkulasi jumlah pemetik manfaatnya. Yang pasti, DD bagai bola salju. Terus menggelinding dengan berbagai entitas yang berkembang, baik di dalam maupun di luar jejaringnya.
”Saya boleh mendapat social entrepreneur of the year 2009, bukti bahwa profesional itu telah dihargai. Bukan dicari-cari dan bukan pula dikejar-kejar. DD pun boleh berbesar hati karena makin profesional. Tapi jangan lupa, kemiskinan di negeri ini makin menjadi-jadi, makin akut, makin parah dan makin melebar kemana-mana," tulis Erie yang juga menjadi Advisor Masyarakat Mandiri ini.