4 Tahun Bersama JICA, Menggarap Desa

Sejak tahun2006, Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan Community Empowerment Program-nya telah mengembangkan program pemberdayaan bersama Masyarakat Mandiri di wilayah perdesaan (rural). Bidang garap kerja sama ini cukup spesifik.
Pemberdayaan ekonomi untuk menyokong peningkatan kesehatan dan pendidikan warga.
“Pendampingan di desa kami mendorong warga biar dapat menyekolahkan anak-anak, wajib belajar 9 tahun. Dulu, banyak anak-anak SD yang tidak meneruskan sekolah. Alhamdulillah, murid-murid SD Cigebang semua bisa masuk SMP. Pemerintah juga sekarang lebih giat dengan program wajib belajar pendidikan dasar,” H. Muhidin Ketua Koperasi ISM Maju Bersama Sukabumi.
Keprihatinan atas partisipasi masyarakat pada pendidikan dasar yang belum cukup kuat menjadi ide dasar program ini. Masyarakat diberdayakan, begitupun tenaga gurunya. Dengan Program Pemberdayaan Komite Sekolah melalui Gerakan Menabung Lima Kilogram Gula Kelapa (GELIPA), ada penguatan wali murid dan institusi komite untuk ikut meningkatkan keberhasilan pendidikan dasar. Para pembuat gula kelapa dibudayakan menabung untuk kelanjutan sekolah anak-anak mereka. Para guru diberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Program ini hanya berfokus di dua SD dampingan, Jaringao dan Cigebang. Namun, pada perkembangannya program pelatihan menjangkau se-Kecamatan Ciracap, Sukabumi.
“Program pemberdayaan MM dan JICA ini mendukung program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan tiga pilar yang kami terapkan. Pelatihan MBS dulu terbatas, biasanya hanya diikuti perwakilan 2-3 orang guru. Dengan program pemberdayaan dari MM dan JICA program pelatihan MBS menjadi massal, terutama untuk peningkatan kapasitas guru,” ungkap Utomo, Pengawas dari UPTD Kecamatan Ciracap.
Secara berkesinambunan, menurut Utomo, training-training yang diadakan MM dengan Makmal Pendidikan (LPI Dompet Dhuafa), guru makin terbuka wawasan. Mereka makin menyadari proses belajar-mengajar tidak sekadar transfer pengetahuan, tapi juga proses siswa memperoleh ilmu dan ketrampilan. Di sini guru tidak dibikin sulit. MBS dan MM saling dukung. Tidak sekedar ceramah, ada implementasi dan simulasi, termasuk pembelajaran cooperative learning.
Sebelumnya, tahun 2006-2008, MM bersama JICA menggarap program Revitalisasi Posyandu dengan Dukungan Ekonomi Produktif. Program ini berusaha menekan angka gizi buruk di Desa Kedaung, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang. MM menggarap sisi pemberdayaan komunitas (termasuk ekonomi), yang beriringan dengan program kesehatan khususnya Posyandu yang ditangani oleh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Republika. Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Dengan model pemberdayaan komunitas, program ini menggarap sisi inisiatif dan pelembagaan masyarakat untuk keberlanjutan Posyandu.
Program ini mampu menekan problem gizi di bawah garis merah (BGM), dari sebelumnya 60%, - termasuk beberapa kasus gizi buruk - menjadi 20%. Sisi ekonomi, warga memiliki koperasi untuk mendukung keberlangsungan Posyandu.
Diposting oleh Hery D. Kurniawan
Diposting pada hari Selasa, 22 Desember 2009 20:58:06